Mengenal Khairul Mahfuz, Penggiat Pesantren Digital Indonesia

Pesantren Digital Indonesia awalnya adalah merupakan komunitas kecil yang digawangi enam orang. Lama-lama komunitas ini berkembang menjadi perkumpulan besar yang punya banyak alumni. Pimpinannya adalah seorang warga Mataram yang tinggal di Lingkungan Jempong.

ZULFAHMI-MATARAM

Khaerul Mahfuz lahir pada tanggal 28 oktober 1985 di Menggala, KLU. Orang tuanya adalah guru SD. Setelah SD, ia melanjutkan sekolah dan selanjutnya tercatat sebagai alumni SMAN 2 Mataram.

Kepada Radar Lombok, Khaerul bercerita banyak tentang kiprah Pesantren Digital Indonesia. Pesantren ini bermula dari keprihatinan pemanfaatan media sosial (medsos) oleh banyak orang, terutama anak muda, untuk hal-hal yang negatif. Di tengah majunya teknologi internet dan disertai dengan booming medsos seperti Facebook dan Twitter, banyak anak muda justru terjebak dan menggunakannya untuk kegiatan-kegiatan yang tidak baik seperti arena permusuhan, penyampaian berita bohong (hoax), pornografi, radikalisasi dan lain-lain. “ Keprihatinan ini yang menjadi cikal bakal berdirinya pesantren digital ini,”tuturnya.

Pesantren digital bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat salat saja, melainkan sebagai rumah utama anak-anak muda.

Pesantren digital memiliki visi menjadikan masjid bisa sebagai rumah kedua anak-anak muda. Masjid tidak hanya digunakan sebagai tempat salat saja, melainkan juga berfungsi sebagai pusat pembangunan ekonomi ummat. “ Pesantren kami ingin mencetak generasi muda muslim yang kuat aqidah dan ekonomi melalui character building, ahlaq, ilmu bisnis dan internet marketing,” ungkapnya.

Program utama pesantren digital indonesia ada dua yaitu pesantren digital camp dan pesantren digital reguler. Dimana setiap santri digital akan mendapatkan pelatihan sekaligus pendampingan untuk mereka mulai berubah menjadi generasi yang bisa diandalkan.

Saat ini tercatat jumlah santri mencapai ribuan orang di seluruh Indonesia. Ia sering diundang menyampaikan materi pelatihan-pelatihan di sejumlah kota besar.

Saat ini base camp pesantren digital Indonesia ada di Masjid Syuhada Padang Indah Provinsi Bali. Pengurus masjid menyediakan mereka ruangan sekaligus fasilitas pendukung seperti wifi dalam menjalankan aktivitas dakwah.

Saat bulan puasa lalu, komunitas ini juga mengadakan banyak kegiatan diantaranya safari takjil, coaching santri digital, dan lain-lain. “ Kami memberikan hadiah belajar langsung bisnis ke Cina bagi para santri digital terbaik,” tambah Khaerul.

Untuk yarat menjadi santri di pesantren digital tidaklah ribet, yang penting sudah berusia 13 tahun dan punya akun medsos. Setelah terdaftar menjadi santri, pengurus akan memberikan materi, dimana semua konten pelatihan gratis diberikan.”Semua biaya penginapan makan, baju dan alat-alat pelatihan gratis,” jelasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *